KARAWANG, BERITAINDUSTRI.ID – Suasana penuh kebanggaan dan haru mewarnai penutupan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan yang digelar di Masjid Jami Nurul Huda, Lingkungan Rawabagi, Kelurahan Palumbonsari, Kabupaten Karawang, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan yang berlangsung selama 21 hari tersebut ditutup dengan momen istimewa ketika Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., secara langsung menguji hafalan salah satu santri terbaik di hadapan para jamaah, orang tua santri, serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Santri yang mendapat kesempatan diuji secara langsung oleh Ketua DPRD tersebut adalah Nabila Bidayah (7 tahun), salah satu peserta Pesantren Kilat yang juga merupakan lulusan dari Pesantren Tarbiyatul Wildan. Di usianya yang masih sangat muda, Nabila tampil dengan penuh percaya diri saat diminta untuk melantunkan hafalan Surat An-Naba.
Di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi masjid, Nabila mampu melafalkan ayat demi ayat Surat An-Naba dengan lancar, jelas, dan fasih. Kemampuan hafalan santri cilik tersebut langsung menuai apresiasi dari para jamaah yang hadir. Tepuk tangan pun menggema di dalam masjid sebagai bentuk kebanggaan dan dukungan atas prestasi yang ditunjukkan.
Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, mengaku sangat terkesan dengan kemampuan hafalan yang ditunjukkan oleh Nabila. Ia menilai hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan yang dilakukan selama kegiatan Pesantren Kilat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan keagamaan anak-anak.
“Alhamdulillah, tadi saat ditalar Surat An-Naba, ananda Nabila sangat paham dan masih ingat. Bacaannya sangat lancar. Ini menunjukkan bahwa pembinaan selama 21 hari di sini benar-benar membuahkan hasil yang nyata,” ujar Endang Sodikin.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran para ustaz dan ustazah yang dengan penuh kesabaran membimbing para santri selama kegiatan berlangsung. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pengurus DKM Masjid Jami Nurul Huda serta masyarakat sekitar yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan Pesantren Kilat tersebut.
Lebih lanjut, Endang menegaskan bahwa kegiatan Pesantren Kilat yang memfokuskan pada pembelajaran baca tulis Al-Qur’an serta hafalan (talaran) merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. Dengan pembinaan yang dilakukan sejak usia dini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki akhlak baik, berkarakter, serta memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dan masjid.
Ia juga menilai bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak. Oleh karena itu, kegiatan seperti Pesantren Kilat harus terus didorong agar dapat menjadi tradisi yang berkembang di setiap masjid di Kabupaten Karawang.
“Saya berharap kegiatan Pesantren Kilat seperti ini dapat digelar di setiap masjid di Karawang. Ini adalah upaya kita agar waktu puasa anak-anak diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, menambah ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat akhlak dan karakter mereka,” katanya.
Endang juga menekankan pentingnya membiasakan anak-anak untuk dekat dengan masjid sejak usia dini. Menurutnya, usia 5 hingga 9 tahun merupakan masa yang sangat efektif untuk menanamkan kebiasaan baik, termasuk kecintaan terhadap ibadah dan kegiatan keagamaan.
“Mulai dari usia 5 hingga 9 tahun harus dibiasakan dekat dengan masjid sejak dini. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai agama dan memiliki karakter yang kuat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Karawang juga menyampaikan pesan khusus kepada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Nurul Huda agar terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pesantren Kilat setiap tahunnya. Ia berharap program pembinaan keagamaan tersebut dapat terus berkembang, baik dari sisi metode pembelajaran, kualitas pengajar, maupun jumlah peserta.
Ia juga mendorong agar sinergi antara masyarakat lingkungan Rawabagi dan warga perumahan di sekitarnya dapat semakin diperkuat, sehingga partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan di masjid dapat terus meningkat.
Menurutnya, dukungan masyarakat dari dua wilayah Rukun Warga (RW) yang ada di lingkungan Rawabagi sudah menunjukkan hasil yang sangat positif. Namun ke depan, ia berharap jumlah peserta Pesantren Kilat dapat terus bertambah hingga menembus lebih dari 100 orang.
“Dukungan warga dari dua RW ini sudah sangat baik, tetapi saya berpesan kepada DKM agar terus mengajak lebih banyak masyarakat untuk terlibat. Kita ingin lingkungan Rawabagi ini menjadi contoh bagaimana masjid dapat berfungsi sebagai pusat pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda,” ungkapnya.
Penutupan Pesantren Kilat tersebut menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan akan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
(Emed Tarmedi)

