BANDUNG | BERITAINDUSTRI.ID— Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si., MM, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengubah pola belanja dan rutinitas kerja agar lebih berdampak langsung bagi masyarakat, seiring dengan kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas.
Budiwanto mengungkapkan, kemampuan keuangan Provinsi Jawa Barat saat ini tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh pembagian pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang kini lebih besar dialokasikan ke pemerintah kabupaten/kota, serta adanya penyesuaian dan penurunan transfer keuangan dari pemerintah pusat ke daerah.
“Dengan kondisi fiskal seperti ini, kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Rutinitas belanja harus diubah menjadi belanja yang benar-benar berdampak,” ujar Budiwanto.
Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak cukup hanya dikejar dari sisi serapan, tetapi harus mampu menjadi instrumen pengungkit ekonomi masyarakat, terlebih saat kondisi perekonomian masih belum sepenuhnya pulih.
Ia menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, serta kolaborasi lintas OPD dengan orientasi pada hasil melalui pendekatan low cost high impact. Artinya, program tidak harus menelan anggaran besar, namun harus mampu memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Budiwanto saat memberikan arahan kepada OPD satu rumpun, yang meliputi Dinas Kehutanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Ia menilai, sektor-sektor tersebut memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan Jawa Barat, sehingga membutuhkan sinergi yang kuat dan terintegrasi, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Dengan anggaran yang terbatas, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berinovasi, berkolaborasi, dan fokus pada program produktif. Dampaknya harus terasa langsung oleh petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat luas,” tegasnya.
Budiwanto berharap, melalui perubahan cara pandang dan pola kerja tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat meski berada dalam tekanan fiskal.
(Red)

