KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ID — Menanggapi dugaan intimidasi terhadap pekerja di salah satu perusahaan di Karawang, Pengawas Ketenagakerjaan yang akrab disapa Pa Nur memastikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan penelusuran langsung di lapangan.
“Itu koplak,” ujar Pa Nur menanggapi isu yang beredar, Sabtu (19/7/2025). “Saya sudah periksa perusahaan itu. Serikat pekerja juga sudah menelusuri ke anggotanya, apakah ada yang merasa diintimidasi. Tapi tidak ada satu pun yang mengaku,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp kepada Beritaindustri.id.
Menurut Pa Nur, rasa takut dari para pekerja memang bisa terjadi. Namun ia menekankan, bila ada kasus atau persoalan, sebaiknya disampaikan secara diam-diam agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak pengawasan.
“Takut boleh, tapi coba disampaikan secara diam-diam ke kami. Kalau bisa, sertakan bukti,” tegasnya.
Ia juga menyarankan, jika pelapor merasa lebih nyaman, bisa langsung datang ke UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan.
“Kalau perlu, bawa anaknya juga. Kami akan jaga kerahasiaannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pa Nur menegaskan bahwa dirinya selalu berpihak pada perlindungan tenaga kerja. “Kalau sama saya, enggak pernah macam-macam. Saya selalu melindungi para pekerja,” ujarnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, ia menyebut telah meminta pihak manajemen perusahaan untuk mendata salah satu pekerja berinisial I, yang diduga berkaitan dengan laporan tersebut.
“Kita akan tanyakan secara persuasif,” ujarnya singkat.
Dalam tangkapan layar yang dikirimkan ke Beritaindustri.id, tampak komunikasi antara Pa Nur dan pihak HRD PT KPSS, Daryadi Didi, sebagai berikut:
Pa Nur Wasnaker:
Kumpulin inisial I, tanyakan saja. Tapi jangan dimarahi.
Didi – KPSS:
Iya, besok Senin saya coba. Apakah ada yang mengaku atau tidak.
Pa Nur Wasnaker:
Kalau ada yang mengaku, jangan dimarahi. Nanti saya bina TKA-nya. Saya pun tidak akan memarahi pekerjanya, bahkan saya bersyukur. Tolong, Pak, kerja sama dengan pemerintah terkait isu SARA.
Didi – KPSS:
Siap, Pak. Kalau memang benar inisialnya I, nanti kita coba cari untuk ditanyai. Tapi kalau tidak benar, ya berarti itu fitnah, ya.
Pa Nur Wasnaker:
Kalau ternyata tidak benar, biarkan saja. Kita silent semuanya. Kita harus dewasa. Yang penting, di perusahaan Bapak benar-benar berjalan lancar dan berproduksi. Kalau bisa, atur jadwal masuk kerja dengan baik.
Pa Nur mengingatkan agar semua pihak tidak memperkeruh suasana. Fokus utama, katanya, adalah menjaga kenyamanan dan keberlangsungan produksi perusahaan tanpa mengabaikan hak-hak pekerja.
(Jun@)

