KARAWANG, BERITAINDUSTRI.ID – Suasana penuh haru, kehangatan, dan kebersamaan menyelimuti Aula Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Rabu (18/3/2026) sore. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E hadir langsung di tengah masyarakat untuk menyalurkan santunan kepada ratusan warga lanjut usia (jompo) serta anak yatim piatu.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarat makna emosional dan nilai kemanusiaan. Pasalnya, Desa Anggadita merupakan tanah kelahiran Bupati Aep, tempat di mana ia tumbuh dan menempa kehidupan sejak kecil. Kehadirannya yang didampingi kedua putranya pun semakin menambah nuansa kekeluargaan dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 514 warga jompo dan 188 anak yatim piatu menerima santunan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari, terlebih di bulan suci Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial.
Sejak awal acara, warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan. Senyum bahagia dan rasa haru terpancar dari para penerima manfaat, terutama ketika mereka menerima santunan secara langsung dari Bupati Karawang. Tidak sedikit warga yang mengaku tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh pemimpin daerahnya.
Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
“Momentum Ramadan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk saling membantu dan berbagi,” ujarnya.
Ia juga berharap bantuan yang diberikan, meskipun tidak besar, dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat penerima.
“Semoga santunan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi berkah bagi kita semua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Aep mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat mendalam secara pribadi. Desa Anggadita bukan hanya tempat kelahirannya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan hidupnya dalam memahami arti kebersamaan, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama.
“Di sinilah saya dibesarkan, belajar tentang kehidupan, tentang arti berbagi dan saling membantu. Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur saya sekaligus cara untuk kembali dan berbagi dengan masyarakat,” ungkapnya dengan penuh haru.
Pernyataan tersebut semakin menguatkan kedekatan emosional antara Bupati dan masyarakat. Banyak warga yang merasa bangga memiliki pemimpin yang tidak melupakan asal-usulnya dan tetap peduli terhadap lingkungan tempat ia dibesarkan.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Interaksi langsung yang terjalin diharapkan mampu membangun kepercayaan serta memperkuat hubungan yang harmonis.
Acara berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keakraban hingga selesai. Para penerima santunan mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan, yang dinilai sangat berarti bagi kehidupan mereka sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan solidaritas sosial terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Terlebih di bulan Ramadan, semangat berbagi diharapkan mampu mempererat persatuan dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan sejahtera.
(Emed Tarmedi)

