Mon - Sat 8.00 - 17.00

Kepala Badan Gizi Nasional: Pemberian Susu Tidak Wajib di Semua SPPG, Tekanan Pasokan Jadi Perhatian

JAKARTA, BERITAINDUSTRI.ID  — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menanggapi isu kelangkaan susu yang mulai muncul di sejumlah pasar modern. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, Kamis (15/1/2026).

Dadan menjelaskan bahwa dalam satu kali pemberian susu, satu SPPG membutuhkan sekitar 3.000 kotak susu kemasan kecil. Jika dikemas dalam dus berisi 24 kotak, maka jumlah tersebut setara dengan sekitar 125 dus susu untuk satu kali distribusi.

“Ini baru satu SPPG. Sementara secara nasional terdapat 19.198 SPPG. Jadi jika banyak SPPG memberikan susu secara bersamaan, tentu akan menimbulkan tekanan terhadap pasokan di pasaran,” ujar Dadan.

Berita Lainnya  Bupati Aep Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an, Penutup Rangkaian Tarawih Keliling Pemkab Karawang

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemberian susu tidak diwajibkan bagi seluruh SPPG. Menurutnya, susu lebih tepat diberikan di daerah-daerah yang memang telah memiliki sentra sapi perah dan produksi susu lokal.

Sementara itu, bagi wilayah yang belum memiliki populasi sapi perah, Dadan menyarankan agar menu MBG dapat diganti dengan sumber protein lain serta makanan yang mengandung kalsium, sehingga kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa harus bergantung pada susu.

“Kita tidak mewajibkan semua SPPG memberi susu. Yang terpenting adalah pemenuhan gizi. Protein dan kalsium bisa dipenuhi dari bahan pangan lokal lain,” jelasnya.

Berita Lainnya  Bupati Aep Tegaskan Ketertiban Ramadan, THM Wajib Tutup hingga Lebaran Usai  

Dalam jangka panjang, Badan Gizi Nasional juga mendorong kebijakan untuk tidak mengandalkan impor susu, melainkan lebih memprioritaskan impor sapi perah agar produksi susu nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.

Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas pasokan pangan, tetapi juga memperkuat kemandirian sektor peternakan nasional serta mendukung keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh wilayah Indonesia.

Sumber : Katadata

(Emed Tarmedi)

Bagikan Artikel

TAG POPULER

SEPUTAR INDUSTRI

NASIONAL

POLITIK

Warga Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) sambut dengan antusias kedatangan Calon wakil bupati Gina Fadila Swara dalam rangka sosialisasi visi-misi Acep-Gina.

KARAWANG || BERITAINDUSTRI.ONLINE - Kordinator Dapil VI Pemenangan Acep-Gina, Dedy Indra Setiawan mengungkapkan, hari ini pihaknya bersama teh gina berkampanye di perumahan Citra...

Tim Kuasa Hukum Acep -Gina soroti Baliho Petahana yang Masih Terpasang di Kantor Pemerintahan Agar di Turun kan !!

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Menanggapi masih banyaknya baliho bergambar calon Bupati Karawang yang masih terpasang di setiap kantor pemerintahan dan bilboard di sorot Ketua Tim...

Semakin Terdepan, Acep-Gina di Rekomendasi Partai Gerindra Maju Pilkada 2024 Karawang

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Setelah mendapatkan restu dari Partai Demokrat, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Acep Jamhuri dan Gina Fadila Swara kembali...

UTAK ATIK Pilkada Karawang bersama Teh Celli dan Pesan Mendalam Untuk Pemimpin Selanjutnya

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | bertajuk diskusi publik dengan tema UTAK ATIK Pilkada Karawang tahun 2024 yang akan di laksanakan serentak pada 27 November...

Top News

INDEKS

DAERAH

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

TRENDING

KETENAGAKERJAAN

Komunitas

Pemerintahan

BERITA LAINNYA