ABU DHABI, BERITAINDUSTRI.ID – Muhammad Sirod, Direktur Arus Tirta Niagatama sekaligus anggota Expert Council Asosiasi Pengusaha Bio Energi Indonesia (ASPEBINDO), menghadiri ajang energi terbesar dunia Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2025 yang digelar pada 3–6 November 2025 di Abu Dhabi National Exhibition Centre, Uni Emirat Arab, Senin (3/11/25).
Forum global yang mempertemukan lebih dari 2.200 perusahaan dan 1.800 pembicara internasional dari 160 negara ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi strategis dalam percakapan global mengenai transisi energi dan pengembangan ekonomi hijau.
“Forum seperti ADIPEC sangat penting untuk mempertemukan pelaku energi dan sektor pertanian. Keduanya harus bersinergi, karena masa depan energi bersih Indonesia sangat bergantung pada kemampuan kita memanfaatkan potensi bio-energi dari limbah pertanian,” ujar Muhammad Sirod di sela-sela pertemuan.
Tahun ini, ADIPEC mengangkat tema besar mengenai dekarbonisasi, digitalisasi energi, dan integrasi bio-energi dalam sistem pasokan global. Dalam berbagai sesi, termasuk panel bertajuk Hydrogen & Emerging Economies serta Bio-Energy Integration, Sirod berkesempatan untuk berbagi pandangan tentang arah kebijakan energi terbarukan di negara berkembang dan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, biomassa dari limbah pertanian, kelapa sawit, dan tebu berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi bersih yang mendukung ketahanan energi nasional. Sirod menekankan bahwa fokus utama ke depan adalah memperkuat efisiensi pasokan, konversi limbah menjadi energi, serta dukungan logistik dan teknologi lintas sektor.
Sebagai pemerhati bio-energi dan industri pertanian, ia juga menyoroti pentingnya pemetaan peluang teknologi yang menghubungkan sektor hulu pertanian dengan kebutuhan energi industri. “Efisiensi dan integrasi adalah kunci. Kita harus mampu menciptakan nilai tambah dari sektor pertanian melalui inovasi energi rendah karbon,” tegasnya.
Selain diskusi kebijakan, ADIPEC 2025 juga menjadi ruang strategis bagi ASPEBINDO untuk menjajaki kerja sama teknis dengan perusahaan teknologi global, terutama dalam bidang penyimpanan energi, pengolahan limbah industri, dan sistem digital monitoring rantai pasok energi. Melalui pertemuan bisnis, diharapkan akan muncul proyek-proyek konkret di sektor bio-energi domestik.
“Keterlibatan Indonesia di ADIPEC bukan hanya simbol partisipasi, tetapi bagian dari komitmen kita membangun masa depan energi yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan,” tambah Sirod.
Partisipasi ini diharapkan memperkuat jejaring internasional bagi pelaku industri bio-energi Indonesia serta membuka peluang ekspor teknologi, investasi hijau, dan pengembangan model bisnis energi berbasis pertanian berkelanjutan.
(Emed Tarmedi)

