JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa seluruh dapur penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan integritas pengelolaan. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menilai dapur yang kotor dan tidak layak merupakan bentuk pengkhianatan moral terhadap tanggung jawab negara dalam melindungi kesehatan rakyatnya.
“Kita bekerja membawa nama negara. Jangan biarkan dapur yang tidak layak tetap beroperasi,” tegas Nanik dalam Rapat Koordinasi Nasional Program MBG di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Menurut Nanik, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari banyaknya makanan bergizi yang tersalurkan, tetapi juga dari kejujuran, transparansi, dan disiplin kerja para pelaksana di lapangan.
“Setiap piring yang disajikan harus mencerminkan tanggung jawab negara,” ujarnya dengan tegas di hadapan ratusan peserta rapat.
Rapat koordinasi yang digelar BGN tersebut dihadiri oleh ratusan Koordinator Regional (Kareg) dan Koordinator Wilayah (Korwil) dari seluruh Indonesia. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak muda berusia 22–28 tahun yang menjadi ujung tombak penyaluran gizi untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui di berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, Nanik menekankan bahwa semangat muda harus diiringi dengan integritas dan kedisiplinan kerja tinggi, karena para pelaksana MBG bukan hanya petugas lapangan, tetapi juga wakil negara dalam urusan pangan dan gizi masyarakat.
“Integritas dan disiplin kerja adalah kunci agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar sampai ke piring anak-anak Indonesia,” tambahnya.
BGN berkomitmen memperkuat pengawasan dapur MBG di seluruh Indonesia, baik yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun oleh pihak ketiga (vendor).
Setiap dapur wajib memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi, menggunakan air bersih berstandar kesehatan, dan menjalankan uji mutu bahan pangan secara berkala.
Langkah tegas BGN ini juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Program MBG yang akan segera disahkan.
Perpres tersebut menekankan pentingnya tata kelola bersih, pengawasan melekat, serta transparansi penggunaan anggaran gizi nasional.
Dalam penutup arahannya, Nanik Deyang menyebut bahwa menjaga dapur tetap bersih dan aman adalah bagian dari menjaga moral negara dan kedaulatan gizi bangsa.
“Negara ini sedang berjuang menyiapkan generasi unggul. Maka setiap butir nasi yang kita masak harus jujur, setiap air yang kita gunakan harus bersih, dan setiap tangan yang bekerja harus amanah,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program prioritas nasional yang diluncurkan oleh pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, balita, dan santri. Program ini dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan melibatkan ribuan dapur di seluruh Indonesia dengan pengawasan lintas sektor antara BGN, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah.
(Emed Tarmedi)

