Mon - Sat 8.00 - 17.00

Prabowo dan Politik Energi yang Humanis

Oleh: Dr. Anggawira, Sekretaris Jenderal BPP HIPMI/ Ketua Umum ASPEBINDO

 

Di tengah dinamika global yang dipenuhi ketegangan geopolitik dan ancaman krisis energi, Indonesia justru menghadirkan potret kepemimpinan yang jarang kita temui: kuat dalam visi, tangguh dalam eksekusi, tetapi tetap hangat secara personal. Presiden Prabowo Subianto menunjukkan bahwa kepemimpinan nasional tidak harus selalu kaku dan elitis—ia bisa menjadi tegas dalam strategi, namun tetap humanis dalam relasi.

 

Hal ini tercermin dalam momen ringan yang terjadi saat peresmian proyek pembangkit listrik nasional. Ketika Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan laporan terkait keberhasilan program elektrifikasi di Papua, Prabowo dengan senyum khasnya menyela, “Ini Menteri ESDM juga dari Papua rupanya ya… Nasib kau baik jadi menteri.” Candaan itu disambut tawa lepas dari Bahlil yang menimpali, “Nasib agak baik karena jadi Menteri ESDM. Kalau menteri lain, parah juga kelihatannya.”

 

Sekilas seperti candaan antara senior dan yunior, Tapi di balik itu, publik menyaksikan model kepemimpinan yang berakar pada rasa percaya, saling menghargai, dan semangat kolaboratif. Nilai-nilai ini krusial, terutama ketika bangsa sedang menghadapi tantangan serius dalam sektor energi nasional.

Berita Lainnya  SPPG Jatimulya Tambun Selatan 018 Perkuat Implementasi Program Pemenuhan Gizi Presiden Prabowo, Serap 47 Relawan

 

Energi sebagai Isu Geopolitik dan Ketahanan Bangsa

 

Saat ini, energi telah menjadi alat geopolitik global. Ketegangan di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak dunia, hingga ancaman terhadap jalur vital seperti Selat Hormuz berdampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga energi dunia. Di tengah kondisi ini, negara-negara dituntut tidak hanya memiliki sumber daya, tapi juga kapasitas kepemimpinan yang mampu mengelola energi sebagai instrumen kedaulatan dan keadilan.

 

Presiden Prabowo, sejak awal, menempatkan ketahanan energi sebagai pilar strategis pembangunan nasional. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan pentingnya memperkuat hilirisasi, membangun infrastruktur energi dari hulu ke hilir, dan memastikan seluruh rakyat—termasuk di wilayah terluar dan tertinggal—mendapat akses terhadap listrik dan bahan bakar yang layak.

Berita Lainnya  SPPG Jatimulya Tambun Selatan 018 Perkuat Implementasi Program Pemenuhan Gizi Presiden Prabowo, Serap 47 Relawan

 

Kolaborasi Antargenerasi: Prabowo dan Bahlil sebagai Model

 

Kepemimpinan Prabowo juga menunjukkan kapasitas untuk memberi ruang kepada generasi muda. Penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM adalah bentuk kepercayaan terhadap kemampuan anak muda, terlepas dari asal-usul atau latar belakangnya. Prabowo tidak sekadar mencari loyalitas, tetapi kinerja, integritas, dan keberanian dalam mengambil keputusan.

 

Bahlil, dengan pendekatan eksekusinya yang cepat, adaptif, dan bersentuhan langsung dengan akar rumput, menjadi representasi anak muda Indonesia yang diberi kepercayaan. Di tangan duet Prabowo–Bahlil, program gasifikasi, pembangunan PLTS dan PLTMH, serta penataan tata niaga energi primer tidak hanya berjalan, tapi mulai menunjukkan dampak riil di lapangan.

 

Energi untuk Semua: Dari Kekuasaan ke Pelayanan

 

Pembangunan energi seharusnya bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia adalah alat keadilan. Di sinilah politik energi Prabowo menjadi relevan—yakni politik yang berpihak pada rakyat, yang melihat energi sebagai hak, bukan sekadar komoditas. Dengan tetap menjaga stabilitas nasional dan membuka kerja sama internasional secara cermat, Indonesia di bawah Prabowo bergerak menuju arah yang lebih berdaulat dalam urusan energi.

Berita Lainnya  SPPG Jatimulya Tambun Selatan 018 Perkuat Implementasi Program Pemenuhan Gizi Presiden Prabowo, Serap 47 Relawan

 

Yang menarik, semua itu dilakukan tanpa kehilangan wajah manusiawi seorang pemimpin. Prabowo tidak ragu bergurau, mencairkan suasana, bahkan menertawakan dirinya sendiri. Namun di balik tawa itu, ada agenda besar: menegakkan kedaulatan energi Indonesia dan menyejahterakan rakyat hingga pelosok.

 

Penutup

 

Dalam figur Prabowo, publik melihat bahwa politik bisa tegas tanpa menjadi otoriter, dan kekuasaan bisa akrab tanpa menjadi lemah. Kepemimpinan yang menggabungkan visi besar dengan pendekatan personal seperti inilah yang menjadi harapan banyak pihak di tengah dunia yang makin kompleks dan penuh tekanan.

 

Prabowo dan politik energi yang humanis bukan hanya soal gaya memimpin—tetapi tentang bagaimana menjadikan negara hadir secara nyata, adil, dan penuh empati. Dan di sinilah letak kekuatan kepemimpinan sejati.

#ET

Bagikan Artikel

TAG POPULER

SEPUTAR INDUSTRI

NASIONAL

POLITIK

Warga Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) sambut dengan antusias kedatangan Calon wakil bupati Gina Fadila Swara dalam rangka sosialisasi visi-misi Acep-Gina.

KARAWANG || BERITAINDUSTRI.ONLINE - Kordinator Dapil VI Pemenangan Acep-Gina, Dedy Indra Setiawan mengungkapkan, hari ini pihaknya bersama teh gina berkampanye di perumahan Citra...

Tim Kuasa Hukum Acep -Gina soroti Baliho Petahana yang Masih Terpasang di Kantor Pemerintahan Agar di Turun kan !!

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Menanggapi masih banyaknya baliho bergambar calon Bupati Karawang yang masih terpasang di setiap kantor pemerintahan dan bilboard di sorot Ketua Tim...

Semakin Terdepan, Acep-Gina di Rekomendasi Partai Gerindra Maju Pilkada 2024 Karawang

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Setelah mendapatkan restu dari Partai Demokrat, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Acep Jamhuri dan Gina Fadila Swara kembali...

UTAK ATIK Pilkada Karawang bersama Teh Celli dan Pesan Mendalam Untuk Pemimpin Selanjutnya

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | bertajuk diskusi publik dengan tema UTAK ATIK Pilkada Karawang tahun 2024 yang akan di laksanakan serentak pada 27 November...

Top News

INDEKS

DAERAH

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

TRENDING

KETENAGAKERJAAN

Komunitas

Pemerintahan

BERITA LAINNYA