JAKARTA, BERITAINDUSTRI.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memastikan kualitas gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pertemuan bersama sejumlah pemimpin redaksi media di Hambalang, Bogor, pada 6 September 2025, Prabowo memerintahkan agar setiap anak penerima MBG wajib mendapatkan satu butir telur utuh setiap hari.
Arahan itu disampaikan setelah mendengar laporan bahwa menu MBG di lapangan, seperti di SDN 129 Palembang, hanya menyajikan telur orak-arik yang dicampur tepung dan sayuran. “Saya ingin semua anak Indonesia bisa konsumsi telur minimal satu butir per hari,” tegas Prabowo.
Menurutnya, aturan ini sejalan dengan gerakan “satu telur satu anak” yang selama ini banyak digaungkan sebagai strategi pencegahan stunting.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyoroti porsi daging dalam menu MBG yang selama ini hanya diberikan tiga kali dalam sebulan. Menanggapi hal itu, Prabowo langsung memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menambah frekuensi daging menjadi satu kali setiap minggu.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan harga paket MBG bervariasi, yakni Rp6.500 untuk menu telur, Rp8.500 untuk menu ayam, dan Rp10.500 untuk menu daging. Menurutnya, kebijakan subsidi silang akan digunakan agar biaya tetap terkendali.
Prabowo juga menyoroti kasus keracunan MBG yang dilaporkan mencapai 3.000 kasus di sejumlah daerah. Untuk mencegah hal serupa terulang, Presiden memerintahkan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan SOP ketat, termasuk penggunaan mesin pencuci piring berbasis air panas.
“Semua ompreng tempat makan harus dicuci menggunakan air panas, supaya higienis dan aman,” tegasnya.
Dengan arahan baru ini, program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi target kuantitas, tetapi juga menjamin kualitas gizi serta keamanan pangan bagi anak-anak Indonesia.
Sumber : IDN Times
(Emed Tarmedi)

