JAKARTA, BERITAINDUSTRI.ID – Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) DKI Jakarta, Uchy Hardiman, memberikan rekomendasi strategis tujuh sektor bisnis prospektif bagi para pengusaha pribumi di wilayah Jakarta Timur. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC HIPPI Jakarta Timur Tahun 2025, yang digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Rabu (23/10/2025)
Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB ini dihadiri oleh 50 pengusaha, terdiri dari 40 anggota aktif DPC HIPPI Jakarta Timur dan 15 sponsor dari kalangan pengusaha riil. Hadir pula sejumlah tokoh penting, antara lain Ndinta Herry Pramana (Ketua Umum Kadin Jakarta Timur) dan Gatot Setyawan (PLT Bidang Perekonomian mewakili Wali Kota Jakarta Timur).
Dalam sambutannya, Uchy Hardiman mengapresiasi semangat kewirausahaan para anggota HIPPI Jakarta Timur. Ia menegaskan bahwa wilayah Jakarta Timur kini memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Ibu Kota.
“Jakarta Timur bukan lagi sekadar kawasan pinggiran. Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,09 persen pada Triwulan II-2025 dengan PDRB per kapita mencapai Rp204,34 juta per tahun. Lima sektor penyumbang terbesar di antaranya adalah industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, transportasi, dan jasa lainnya,” ujar Uchy.
Berdasarkan riset DPD HIPPI DKI Jakarta dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, Uchy merekomendasikan tujuh sektor bisnis unggulan yang dinilai sangat potensial dikembangkan oleh pengusaha pribumi di Jakarta Timur:
1. Kuliner dan Food & Beverage. Kawasan Condet, Jatinegara, dan Banjir Kanal Timur menjadi pusat kuliner yang terus berkembang dengan peluang besar untuk restoran modern, kafe, dan warung tradisional.
2. Properti dan Real Estate. Harga tanah yang masih kompetitif dan pertumbuhan tertinggi di DKI Jakarta membuka peluang besar di Cakung, Ciracas, dan Cibubur untuk pengembangan perumahan modern dan ruko komersial.
3. Teknologi Digital dan Startup. Dukungan ekosistem pendidikan tinggi menghadirkan potensi besar untuk startup, fintech, digital marketing, dan pengembangan aplikasi.
4. Jasa Laundry dan Kebersihan. Gaya hidup urban menjadikan bisnis laundry dan jasa kebersihan rumah tangga semakin diminati, terutama di sekitar area kampus dan perkantoran.
5. Pendidikan dan Pelatihan. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan berkualitas membuka peluang kursus dan lembaga pelatihan keterampilan.
6. Kesehatan dan Kebugaran. Bisnis klinik, apotek, gym, yoga, dan wellness center kian diminati masyarakat perkotaan yang peduli kesehatan.
7. Logistik dan Ekspedisi. Akses transportasi strategis seperti Kawasan Industri Pulogadung dan LRT Cawang menjadikan sektor logistik sangat menjanjikan untuk mendukung pertumbuhan e-commerce.
Uchy juga menekankan pentingnya kolaborasi dan pemberdayaan UMKM. Ia menyebutkan bahwa 95 persen anggota HIPPI DKI Jakarta merupakan pelaku UMKM yang menjadi penggerak ekonomi riil.
“Kami berkomitmen memberikan pelatihan digitalisasi, pendampingan akses permodalan, dan fasilitasi pemasaran agar produk UMKM bisa bersaing hingga ke pasar ekspor. Jakarta harus menjadi kota bisnis global dengan pengusaha pribumi sebagai pelaku utamanya,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Uchy mengajak seluruh pengusaha untuk berani berinovasi dan mengambil peluang.
“Jakarta Timur adalah tanah peluang yang subur. Mari kita jadikan wilayah ini pusat bisnis modern, inklusif, dan berkelanjutan. Bersama HIPPI DKI Jakarta, kita tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga masa depan ekonomi bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan Rakercab DPC HIPPI Jakarta Timur 2025 ditutup dengan optimisme bahwa rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi pedoman strategis bagi para pengusaha pribumi untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi Jakarta Timur dan Indonesia secara keseluruhan.
(Emed Tarmedi)

