KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ID –
Sebuah unggahan di media sosial Facebook milik akun Ance Supriatna 14 jam lalu melalui grup Info Karin mendadak menuai perhatian publik. Unggahan tersebut berisi kritik tajam terhadap praktik penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.
Dalam tulisannya, Ance menuding adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum aparat desa terhadap masyarakat penerima manfaat Bansos. Warga diminta membayar uang atau materai dalam proses pengurusan ATM BNI, padahal pihak bank sama sekali tidak mewajibkan hal tersebut.
“Buat Pa Bupati Karawang, kalau lebih bagus bisa diketahui juga oleh Pa Dedi. Mohon segera tanggap darurat, di desa saya penerima Bansos dipintai uang/materai dalam kepengurusan ATM BNI. Sedangkan pihak bank tidak meminta itu. Apakah ini ajang pemanfaatan oleh oknum aparatur desa? Sudah susah masyarakat dibikin susah,” tulis Ance dalam unggahannya.
Lebih jauh, ia juga mengungkapkan adanya praktik pemberian undangan palsu kepada warga, sehingga banyak masyarakat—bahkan lansia dan orang sakit—harus rela mengantre sejak pagi, namun ternyata nama mereka tidak terdaftar di BNBA (By Name By Address) maupun data di Bank BNI.
Unggahan ini sontak memicu beragam komentar dari netizen yang geram dengan dugaan penyalahgunaan wewenang aparatur desa
Statement Netizen:
Reimon: “Bukan bau-bau korup lagi kalau disebutkan mah, tapi sudah membusuk.”
Warga lainnya: “Datang aja langsung ke posko pengaduan Lembur Pakuan, Kang.”
Netizen lain menambahkan: “Laporken kang, berantas oknum-oknum. Masih syukur dapat bansos. Di Desa Payungsari, Kecamatan Pedes, malah banyak yang dihapus, nggak dapat bansos.”
Komentar keras lain muncul: “Masa ribuan masyarakat hanya diam? Kalau benar ada penyalahgunaan, jangan takut menegur aparat. Buat kebenaran itu harus kompak. Pemerintah pusat pun kalau dzalim ke masyarakat harus dibasmi.”
Pengguna Facebook lain menutup dengan nada pesimis: “Moal di denge ieu… lamun can viral mah.” (Tidak akan didengar kalau belum viral).
Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Karawang, masyarakat berharap Pemkab Karawang segera menindaklanjuti dugaan pungli agar penyaluran Bansos bisa tepat sasaran tanpa merugikan rakyat kecil.
(Jun@)

