PALEMBANG, BERITAINDUSTRI.ID – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya upaya meningkatkan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa. Melalui keterlibatan petani, pelaku UMKM, dan penyedia bahan pangan lokal, program ini mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Dalam kunjungan kerjanya ke SDN 238 Palembang, Sumatera Selatan, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menyebut MBG sebagai wujud pemerataan gizi yang demokratis, di mana setiap anak berhak memperoleh makanan bergizi tanpa memandang latar belakang ekonomi.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal makan siang anak sekolah, tapi juga bagaimana kita membangun ekonomi desa, memperkuat petani lokal, dan menciptakan kemandirian pangan nasional,” ujar Sudaryono di sela kunjungan, Jumat (31/10/2025).
Ia menekankan bahwa setiap makanan yang disajikan dalam program MBG harus melalui pengawasan ketat, baik dari sisi kebersihan, keamanan, maupun kandungan gizinya. Hal ini untuk memastikan bahwa makanan yang diterima anak-anak benar-benar aman, higienis, dan bergizi seimbang.
Sudaryono menilai program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, karena anak-anak yang terpenuhi gizinya hari ini akan tumbuh menjadi generasi produktif di masa depan.
“Anak yang sehat dan cerdas adalah aset bangsa. Gizi yang baik hari ini menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” tambahnya.
Wamentan juga mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, pihak sekolah, hingga pelaku usaha pangan untuk terus berkolaborasi dan menjaga keberlanjutan program ini sebagai bagian dari solusi bersama mengatasi stunting dan kemiskinan pangan di Indonesia.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang saat ini dijalankan secara lintas sektor di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) bersama kementerian dan lembaga terkait. Melalui sinergi antara petani, koperasi desa, dan penyedia bahan pangan lokal, MBG diharapkan tidak hanya menyehatkan anak sekolah, tetapi juga menghidupkan kembali ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sumber : Liputan 8 Garuda tv
(Emed Tarmedi)

