JAKARATA — Kabupaten Karawang turut ambil bagian dalam APKASI Otonomi Expo 2026 yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dalam ajang tersebut, Pemkab Karawang menampilkan “Leuit Karawang” sebagai representasi kearifan lokal sekaligus simbol kuatnya identitas Karawang sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Sabtu (29/8/2026).
Leuit merupakan bangunan tradisional yang secara turun-temurun digunakan masyarakat untuk menyimpan hasil pertanian, khususnya padi. Kehadiran Leuit di booth Kabupaten Karawang tidak hanya menjadi daya tarik budaya, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan, kemandirian masyarakat, serta keberlanjutan sektor pertanian.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. mengatakan, keikutsertaan Karawang dalam APKASI Otonomi Expo menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat identitas Karawang sebagai daerah yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Leuit ini bukan hanya simbol budaya, tetapi juga menggambarkan bagaimana masyarakat Karawang sejak dahulu memiliki semangat untuk menjaga dan menyimpan hasil pertanian. Ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang relevan dengan upaya kita hari ini dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Bupati Aep.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam Leuit, seperti gotong royong, kemandirian, ketahanan pangan dan keberlanjutan, dinilai masih sangat relevan untuk menghadapi tantangan pembangunan saat ini.
“Karawang memiliki sejarah panjang sebagai daerah pertanian. Karena itu, kita ingin menunjukkan bahwa kemajuan daerah dan modernisasi harus tetap berjalan bersama dengan pelestarian budaya serta penguatan sektor pertanian,” katanya.
Bupati Aep menambahkan, Karawang tidak hanya ingin dikenal sebagai daerah industri, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, budaya, ekonomi kreatif, serta berbagai produk unggulan masyarakat.
“Karawang sekarang berkembang sebagai daerah industri, tetapi identitas kita sebagai daerah pertanian dan lumbung pangan tetap harus kita jaga. Kita ingin sektor pertanian terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para petani,” tutur Aep.
Melalui APKASI Otonomi Expo 2026, Pemkab Karawang juga memperkenalkan berbagai potensi, inovasi dan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas serta jejaring pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Keikutsertaan tersebut menjadi ruang bagi Karawang untuk memperluas promosi potensi daerah, membuka peluang kolaborasi, sekaligus memperkuat posisi Karawang dalam pengembangan inovasi dan pembangunan daerah.
Pada ajang tersebut, Kabupaten Karawang meraih penghargaan Best Innovation Category, yang menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas daerah dalam menampilkan potensi unggulannya.
Bupati Aep berharap, penghargaan dan keikutsertaan Karawang dalam ajang nasional tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk terus melahirkan inovasi.
“Yang paling penting bukan hanya mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana inovasi yang kita tampilkan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin Karawang terus maju, tetapi tetap menjaga budaya, pertanian dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan masyarakat,” pungkasnya.
(Emed Tarmedi)





