KARAWANG | BERITAINDUSTRI. ONLINE-
UPTD BLK Disnakertrans Kabupaten Karawang, didirikan pada tahun 1981,dibawah kepemimpinan agung jauhari hingga saat ini terus masih konsisten aktif untuk membuka pelatihan kerja tebuka buat umum, khususnya buat masyarakat karawang yang ingin mengasah kemampuan di bidangnya masing masing.
Dengan adanya BLK di kabupaten karawang dengan misi “menjadi pusat pelatihan kerja yang profesional dan kompeten” tentunya sangat membantu bagi anak anak yang baru lulus sekolah untuk mengasah kemampuan dan skil sebagai bahan dasar mereka buat siap masuk ke dunia industri dan kewirausahaan.
Seperti yang sampaikan oleh agung jauhari kepada awak media di kantor UPTD BLK Disnakertrans kabupaten karawang pada Kamis (05/12/24)
“Kalau untuk pelatihan kita ada tujuh (7) program di antaranya adalah pelatihan operator porklif , elektronik, listrik, bisman, barista, kecantikan dan lain lain.
Dan untuk pendaftaran bisa di akses secara online atau melalui instagram (IG)” Ucapnya.
Dengan perkembangan dunia industri di kabupaten Karawang, balai latihan kerja (BLK) terus menggenjot program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan kewirausahaan serta memberikan pelatihan dan sertipikat secara gratis.
“Dan untuk peserta yang ikut pelatihan, kita juga tidak bisa menjamin untuk bisa langsung masuk kerja ke perusahaan, terkecuali ada permintaan dari pihak perusahaan yang minta alumni BLK, kita akan buka link untuk bisa masuk ke perusahaan tersebut, dengan Qualipikasi yang di butuhkan perusahaan”tambahnya.
program pelatihan kerja UPTD BLK Kabupaten Karawang, dengan lama pelatihan dua puluh tiga (23) hari,dan tiap satu (1) pelatihan di ikuti oleh peserta enam belas (16) orang. Dan untuk fasilitas UPTD BLK Kabupaten Karawang juga sudah menyediakan workshop dan mes buat menginap.
“Dan untuk fasilitas kita juga ada workshop dan mes buat menginap, jadi buat peserta yang jauh bisa menginap di mes tersebut, dan harapan saya dengan adanya pelatihan kerja dan sertifikasi gratis ini, agar bisa membantu anak anak yang baru lulus sekolah SMA dan SMK untuk mendapatkan pengalaman dasar agar mereka siap menghadapi tantangan di dunia industri dan kewirausahaan ” pungkasnya.
(Junaedi Hambali)

