JAKARTA , BERITAINDUSTRI.ID – Dinamika pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2026–2029 semakin mengerucut. Salah satu kandidat, Anthony Leong, menunjukkan tren elektabilitas yang terus meningkat berdasarkan hasil polling internal organisasi.
Polling yang melibatkan total 16.771 responden dari kalangan internal HIPMI ini memperlihatkan bahwa Anthony Leong unggul dengan perolehan 5.864 suara atau setara 35 persen. Angka ini menempatkannya sebagai kandidat terkuat sementara dalam kontestasi menuju kursi Ketua Umum BPP HIPMI, Sabtu (25/4/2026).
Di posisi kedua, Ade Jona Prasetyo memperoleh 4.835 suara (28,9 persen), disusul oleh Afifuddin Suhaeli Kalla dengan 3.338 suara (20 persen). Sementara itu, dua kandidat lainnya, yakni William Heinrich dan Reynaldo Bryan masing-masing meraih 1.749 suara (10,5 persen) dan 985 suara (5,9 persen).

Data tersebut diambil pada Sabtu, 25 April 2026, melalui mekanisme polling online yang diperbarui secara real-time. Hal ini mencerminkan aspirasi anggota HIPMI secara dinamis serta memberikan gambaran awal mengenai peta dukungan menjelang proses pemilihan resmi.
Tidak hanya unggul dalam angka survei, Anthony Leong juga mendapatkan dukungan nyata dari berbagai daerah. Sejumlah kader HIPMI di tingkat Badan Pengurus Cabang (BPC) maupun Badan Pengurus Daerah (BPD) secara terbuka menyatakan dukungannya.
Salah satu dukungan datang dari kader BPC HIPMI Lhokseumawe, T.M. Farhan Akbar. Ia menyampaikan optimisme bahwa kepemimpinan Anthony Leong mampu membawa perubahan signifikan bagi organisasi.
“Di tangan pemimpin seperti Abang Anthony Leong, kami percaya HIPMI mampu mendorong pertumbuhan wirausaha muda, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekosistem bisnis nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Farhan dalam keterangannya.
Menurutnya, figur Anthony dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara nasional, tetapi juga mampu memahami kebutuhan dan tantangan pengusaha muda di daerah.
Dukungan yang terus mengalir tidak terlepas dari visi yang diusung Anthony Leong dalam membangun HIPMI ke depan. Ia menekankan pentingnya menciptakan organisasi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan ekosistem usaha nasional.
Salah satu fokus utamanya adalah pemberdayaan pengusaha daerah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Dalam pandangannya, kemajuan ekonomi nasional harus bertumpu pada kekuatan daerah yang terhubung secara sinergis dengan pusat.
Selain itu, Anthony juga mendorong HIPMI untuk menjadi wadah strategis yang mampu:
Memfasilitasi pertumbuhan wirausaha muda secara berkelanjutan
Membuka akses permodalan dan jejaring bisnis
Mendorong inovasi dan transformasi digital di kalangan anggota
Menciptakan lapangan kerja baru melalui kewirausahaan
Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tantangan ekonomi ke depan, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi dan persaingan global.
Salah satu keunggulan yang disorot dari kepemimpinan Anthony Leong adalah kemampuannya dalam menjembatani kepentingan antara pusat dan daerah. Hal ini menjadi faktor penting mengingat HIPMI merupakan organisasi dengan jaringan luas di seluruh Indonesia.
Dengan pendekatan kolaboratif, ia diharapkan mampu memperkuat sinergi antar wilayah sekaligus memastikan pemerataan peluang usaha bagi seluruh anggota.
“HIPMI harus menjadi ekosistem dunia usaha, sekaligus rumah besar bagi pengusaha muda Indonesia,” demikian visi yang kerap disampaikan oleh para pendukungnya.
Meski hasil polling menunjukkan keunggulan Anthony Leong, dinamika pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI masih terbuka dan kompetitif. Seluruh kandidat memiliki peluang untuk meningkatkan dukungan menjelang proses pemilihan resmi.
Namun demikian, hasil sementara ini memberikan sinyal kuat bahwa Anthony Leong menjadi salah satu figur yang paling diperhitungkan dalam kontestasi tersebut.
Dengan semakin menguatnya dukungan dari berbagai daerah serta konsistensi visi yang diusung, Anthony Leong dinilai memiliki modal kuat untuk memimpin HIPMI ke arah yang lebih progresif dan inklusif.
Sumber : Metro TV
(Emed Tarmedi)

