KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE-
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, secara resmi mengikrarkan dua narapidana terorisme sebagai tanda
kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang di selenggarakan di Aula Lapas Karawang, Kamis (6/2/2025).
Ikrar NKRI ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali, A,Md.IP.,S.Sos.,M.H,Kepala Lapas Karawang Christo Nixon Toar, Kepala Kesbangpol Karawang Sujana Ruswana, perwakilan dari Team Detasemen Khusus (Densus) 88, kepala Kalapas Kelas ll Bekasi, Kepala Kemenag Kabupaten Karawang H. Sopian, serta jajaran petugas Lapas Karawang.
Suasana haru terpancar dari raut wajah kedua narapidana bernama Syahrul (45) dan Ariadi (40) saat membacakan ikrar dengan lantang dan mengucapkan ikrar bela negara, didampingi Kepala Kemenag H. Sopian.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Kusnali menyebut bahwa ikrar ini merupakan bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Karawang bersama berbagai pihak terkait dalam membimbing narapidana terorisme untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
“Alhamdulillah, dua narapidana ini kini telah menyatakan kesetiaan kepada NKRI. Ini adalah hasil dari pembinaan yang sabar dan berkesinambungan,” ujar Kusnali.
Ia menambahkan bahwa proses meyakinkan narapidana terorisme untuk berikrar tidak bisa ditentukan waktunya secara pasti, karena membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat.
“Keputusan ini datang dari keinginan mereka sendiri. Kami hanya memberikan dukungan penuh agar proses ini berjalan lancar,” jelasnya.
Dengan ikrar ini, kedua narapidana tersebut akan mendapatkan kembali hak-haknya sebagai warga negara Indonesia, termasuk kesempatan untuk memperoleh remisi dan pembebasan bersyarat sesuai peraturan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Lapas Karawang, Christo Nixon Toar, berharap agar warga binaan yang telah berikrar dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik, aktif, dan produktif.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa Pemasyarakatan hadir untuk membina dan merangkul mereka yang sebelumnya berada di jalan yang salah. Kami bersyukur bahwa Lapas Karawang dapat melaksanakan pembinaan terhadap narapidana terorisme dengan baik,” ungkap Christo.
Ia juga mengajak warga binaan yang telah berikrar untuk menjaga sikap saling menghargai dan menciptakan suasana yang kondusif, terutama dalam keberagaman umat beragama.
“Sebagai hamba Allah yang beriman dan bertakwa, mari kita dukung toleransi antarumat beragama di masyarakat,” pesannya.
Christo menegaskan bahwa ikrar ini bukan sekadar formalitas, tetapi janji tulus untuk setia kepada NKRI serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kami berharap ini menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya, baik yang terjerat kasus terorisme maupun tindak pidana lainnya, agar mereka juga dapat menjalani proses pembinaan dengan baik,” pungkasnya
(Red)

