KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Polemik dugaan pungli kegiatan Gebyar PAUD di PAUD Mekar Harum bergulir panas.
Pasalnya, Himpaudi Cibuaya berdalih jika munculnya berita dugaan pungli tersebut didasari dari adanya konflik keluarga antara Keluarga Kepala Sekolah PAUD Mekar Harum dengan wartawan.
Padahal, kegiatan Gebyar PAUD yang digelar secara serentak pada Kamis (24/4/2025) di dusun Tegal amba Desa Kedungjaya, berjalan dengan semarak dan meriah.
Dimana acara ini dihadiri oleh 34 Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (PAUD) se-Kecamatan Cibuaya yang dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan tari-tarian dari para siswa dan siswi berprestasi.
Egi, salah seorang panitia kegiatan yang juga merupakan pengurus Himpaudi Kecamatan Cibuaya, saat dimintai tanggapannya oleh awak media terkait adanya dugaan pungli di PAUD Mekar Harum, membantah pemberitaan tersebut.
Egi, menegaskan bahwa acara tersebut murni digelar atas inisiatif para kepala sekolah dan dibiayai melalui dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD (BOSP), tanpa adanya pungutan dari orang tua murid.
“Acara ini sepenuhnya dibiayai dari BOSP, tanpa pungutan dan tanpa paksaan kepada orang tua. Jika pun ditemukan adanya pungutan atau paksaan, maka pasti akan ada sanksi tegas dari Himpaudi,” jelas Egi.
Ia menambahkan, jika pemberitaan yang beredar di media itu sebenarnya karena didasari adanya konflik keluarga antara Kepala Sekolah dengan wartawan tersebut.
“Berita yang beredar tentang PAUD Mekar Harum tidak benar. Itu murni masalah pribadi karena dia (wartawan penulis berita) karena dia itu ada permasalahan pribadi. beberapa media juga sudah ada yang tahu, bahwa itu masalah pribadi yang di naik naikan ke PAUD, dan itu bukan masalah pribadi orang tua siswa dengan Sekolah, tapi masalah pribadi keluarga kepsek mekar harum,”tambahnya.
(Juna)

