Mon - Sat 8.00 - 17.00

HIPMI 53 Tahun: Saatnya Wirausaha Jadi Arus Utama Pembangunan Nasional

BERITA INDSUTRI.ID Oleh: Dr. Anggawira, Sekretaris Jenderal BPP HIPMI

 

Tanggal 10 Juni 2025 merupakan tonggak bersejarah bagi dunia kewirausahaan nasional. Pemerintah telah menetapkan hari lahir Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai Hari Kewirausahaan Nasional. Penetapan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk penghormatan negara terhadap kontribusi HIPMI selama 53 tahun dalam membentuk ekosistem pengusaha nasionalis, tangguh, dan berjiwa Pancasila.

 

Namun, peringatan ini juga menjadi panggilan sejarah. Indonesia tengah berada dalam momen krusial yang menentukan arah ekonomi ke depan—bonus demografi, transformasi industri, dan tantangan sistem demokrasi liberal yang semakin transaksional. HIPMI sebagai organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia, memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi penggerak utama solusi.

 

Tantangan Bonus Demografi dan Ketimpangan Kewirausahaan

 

Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada 2030, dengan lebih dari 191 juta penduduk usia produktif pada 2025. Sayangnya, angka kewirausahaan nasional masih rendah—baru sekitar 3,47 persen dari total populasi, menurut data BPS 2024. Bandingkan dengan Malaysia (4,74 persen) atau Thailand (4,5 persen).

 

Berita Lainnya  May Day 2026 di Monas, DPR RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo sebagai Titik Balik Perlindungan Pekerja

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka per Februari 2025 masih sebesar 4,76 persen atau sekitar 7,28 juta orang. Artinya, pertumbuhan ekonomi yang stabil tidak cukup. Kita butuh pertumbuhan yang berkualitas—yang membuka lapangan kerja, mendorong mobilitas sosial, dan memperluas basis pajak.

 

HIPMI menilai peningkatan rasio wirausaha minimal menjadi 5 persen pada 2030 adalah keharusan strategis. Ini akan membuka ruang penciptaan 5–10 juta pekerjaan baru, sekaligus mengurangi ketergantungan pada penyerapan kerja oleh sektor publik.

 

Usulan: Kredit Usaha Menengah (KUM) untuk Naik Kelas ke Industri

 

Dalam konteks inilah, HIPMI mengusulkan peluncuran program Kredit Usaha Menengah (KUM) sebagai skema pembiayaan transisi bagi UKM yang ingin masuk ke sektor industri bernilai tambah. KUM dirancang untuk:

 

• Memberi pembiayaan Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar bagi usaha mikro dan kecil di sektor agroindustri, peternakan, perikanan, dan pengolahan pangan.

 

• Menyediakan tenor panjang (7–10 tahun), bunga ringan, dan insentif fiskal bagi pelaku usaha yang menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekspor.

 

• Terintegrasi dengan pelatihan teknologi industri dan pendampingan akses pasar, termasuk kemitraan dengan BUMN dan swasta besar.

Berita Lainnya  May Day 2026 di Monas, DPR RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo sebagai Titik Balik Perlindungan Pekerja

 

Program ini bertujuan mendorong pengusaha kecil naik kelas secara struktural, dari sekadar berdagang atau produksi primer menjadi pelaku industri olahan dan manufaktur yang berdaya saing tinggi. Apresiasi Program Swasembada, Perluas ke Hilirisasi Agroindustri

 

Kami mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengembalikan swasembada beras, serta penguatan sektor pangan dan energi rakyat.

 

Namun keberhasilan ini perlu segera diperluas ke swasembada nilai tambah, terutama di sektor:

 

• Agroindustri (pangan olahan, herbal, tepung lokal),

 

• Peternakan (pengolahan susu, daging, pakan mandiri),

 

• Perikanan (ikan olahan, tepung ikan, logistik dingin).

 

Perkuat Industri Baja: Ibu dari Semua Industri

 

HIPMI juga menyerukan perhatian khusus kepada sektor baja nasional. Industri baja bukan sekadar komoditas, tetapi fondasi dari seluruh pembangunan ekonomi. Sudah waktunya kita perkuat industri baja nasional sebagai mother of industry, sebagaimana pernah dicetuskan Bung Karno dan Prof. Sumitro Djojohadikusumo saat mendirikan Krakatau Steel sebagai simbol kemandirian ekonomi Indonesia.

Berita Lainnya  May Day 2026 di Monas, DPR RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo sebagai Titik Balik Perlindungan Pekerja

 

Langkah strategis yang perlu dilakukan:

 

• Reformasi tata niaga baja dan pengendalian impor dumping.

 

• Insentif fiskal untuk investasi hilirisasi baja.

 

• Preferensi TKDN untuk proyek strategis nasional.

 

Demokrasi Butuh Reformasi: Produktif, Bukan Transaksional

 

HIPMI menilai demokrasi kita terlalu liberal secara prosedural, namun miskin institusi. Biaya politik mahal dan lemahnya kaderisasi partai membuat demokrasi rentan dikendalikan kekuatan uang.

 

HIPMI mengusulkan:

 

1. Penyederhanaan UU Partai Politik dan Pemilu.

 

2. Transparansi pendanaan politik.

 

3. Penguatan kaderisasi berbasis profesionalisme.

 

Peringatan 53 tahun HIPMI dan Hari Kewirausahaan Nasional adalah momentum strategis. Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi kekuatan ekonomi baru dunia-demografi, SDA, dan pasar domestik. Namun itu hanya akan terwujud jika wirausaha menjadi arus utama pembangunan, demokrasi produktif, dan industri kita dibangun dengan visi panjang.

 

Selamat Hari Kewirausahaan Nasional dan Dirgahayu HIPMI ke-53. Mari tumbuh bersama, berjuang bersama, dan menang bersama-untuk Indonesia Emas 2045.

 

#ET

Bagikan Artikel

TAG POPULER

SEPUTAR INDUSTRI

NASIONAL

POLITIK

Warga Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) sambut dengan antusias kedatangan Calon wakil bupati Gina Fadila Swara dalam rangka sosialisasi visi-misi Acep-Gina.

KARAWANG || BERITAINDUSTRI.ONLINE - Kordinator Dapil VI Pemenangan Acep-Gina, Dedy Indra Setiawan mengungkapkan, hari ini pihaknya bersama teh gina berkampanye di perumahan Citra...

Tim Kuasa Hukum Acep -Gina soroti Baliho Petahana yang Masih Terpasang di Kantor Pemerintahan Agar di Turun kan !!

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Menanggapi masih banyaknya baliho bergambar calon Bupati Karawang yang masih terpasang di setiap kantor pemerintahan dan bilboard di sorot Ketua Tim...

Semakin Terdepan, Acep-Gina di Rekomendasi Partai Gerindra Maju Pilkada 2024 Karawang

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Setelah mendapatkan restu dari Partai Demokrat, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Acep Jamhuri dan Gina Fadila Swara kembali...

UTAK ATIK Pilkada Karawang bersama Teh Celli dan Pesan Mendalam Untuk Pemimpin Selanjutnya

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | bertajuk diskusi publik dengan tema UTAK ATIK Pilkada Karawang tahun 2024 yang akan di laksanakan serentak pada 27 November...

Top News

INDEKS

DAERAH

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

TRENDING

KETENAGAKERJAAN

Komunitas

Pemerintahan

BERITA LAINNYA