KARAWANG, BERITAINDUSTRI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengalokasian anggaran sebesar Rp6,5 miliar per tahun untuk Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar anak-anak terdampak stunting di berbagai wilayah.
Program ini dijalankan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) sebagai leading sector, dengan melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Karawang untuk menekan prevalensi stunting dari 17 persen menjadi 9 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Menurutnya, peran camat, kepala desa, tenaga kesehatan di puskesmas, kader posyandu, hingga partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kalau kita kerja sama-sama, saya pikir persoalan ini bisa cepat selesai. Tidak hanya camat, puskesmas juga harus terlibat aktif. Semua pihak harus bergerak bersama agar intervensi yang dilakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Aep, Minggu (3/5/2026).
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Program PMT tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan semata, tetapi juga mencakup edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pola asuh dan asupan nutrisi yang seimbang.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas program, khususnya dalam hal kandungan gizi yang diberikan kepada anak-anak. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menambah asupan protein hewani, seperti telur, yang dinilai efektif dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Anggaran sudah kita siapkan sekitar Rp6,5 miliar, namun implementasinya harus terus kita evaluasi dan perkuat. Penambahan asupan telur sebagai sumber protein menjadi salah satu fokus agar kebutuhan gizi anak bisa terpenuhi secara optimal,” jelasnya.
Selain intervensi spesifik melalui PMT, Pemkab Karawang juga terus mendorong intervensi sensitif, seperti perbaikan sanitasi lingkungan, penyediaan air bersih, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan program keluarga berencana. Hal ini dilakukan untuk mengatasi akar permasalahan stunting secara komprehensif.
Bupati Aep menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi daerah, karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran untuk tidak bekerja secara biasa, melainkan dengan pendekatan yang terukur, terarah, dan berorientasi pada hasil.
“Stunting ini bukan hanya soal tinggi badan, tetapi menyangkut masa depan generasi kita. Kalau tidak kita tangani serius dari sekarang, dampaknya akan panjang, baik terhadap kesehatan, pendidikan, maupun produktivitas,” tegasnya.
Dengan penguatan program PMT, dukungan anggaran yang memadai, serta sinergi lintas sektor yang semakin solid, Pemkab Karawang optimistis target penurunan angka stunting dapat tercapai, sekaligus mewujudkan generasi Karawang yang sehat, unggul, dan berdaya saing.
Sumber : Tribunnews.com
(Emed Tarmedi)

