KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ID – Diskusi seputar ketenagakerjaan yang berlangsung di aula restauran Lebak Sari Indah (LSI) Desa Wadas, Kecamatan Karawang Timur, Karawang pada Jumat (15/8/2025) berjalan dengan tensi tinggi namun tetap terkendali. Dalam forum tersebut, Ketua Panitia, Mr. KiM atau Nurdin Syam, mengingatkan tegas seluruh perusahaan di kawasan industri untuk mematuhi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011. Mulai besok, ia menegaskan, perekrutan harus mengutamakan tenaga kerja asli Karawang.
“Debat tadi cukup sengit, namun tetap saling menghargai. Kesimpulannya jelas: HRD dan pimpinan perusahaan wajib menempatkan putra-putri Karawang sebagai prioritas. Tidak ada kompromi,” ucap Mr. KiM.
Ia mengkritik keras praktik penerimaan tenaga kerja secara diam-diam yang mendatangkan pekerja dari luar daerah dalam jumlah besar. “Pernah ada sampai 90 bus masuk membawa pekerja dari luar Karawang. Itu tidak boleh terulang. Kami akan terus bersuara sampai pengangguran di Karawang benar-benar menurun,” tegasnya.
Mr. KiM juga menekankan bahwa informasi lowongan kerja harus disampaikan secara transparan melalui Dinas Tenaga Kerja, bukan lewat jalur tertutup.
Lomba Menulis Berita Berhadiah Motor di Milangkala Karawang
Perayaan Hari Milangkala Karawang tahun ini dipastikan lebih meriah. Panitia menyiapkan agenda spesial bagi insan pers: lomba menulis berita dengan hadiah utama sepeda motor.
Ide tersebut diungkapkan langsung oleh Nurdin Sam usai acara diskusi ketenagakerjaan. “Di Milangkala nanti, selain hiburan dan seremoni, kita akan adakan lagi diskusi seperti hari ini, plus lomba menulis untuk para wartawan. Hadiahnya insyaallah motor,” katanya penuh semangat.
Bagi Mr. KiM, lomba ini merupakan bentuk penghargaan terhadap jurnalis yang konsisten mengangkat persoalan daerah, termasuk masalah pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah Karawang. “Harapan saya sederhana: Karawang bisa lepas dari jerat pengangguran,” ujarnya.
Rangkaian acara Milangkala akan melibatkan komunitas, pelaku industri, dan media lokal. Peserta lomba diberi kebebasan memilih tema seputar Karawang, dengan harapan lahir karya jurnalistik yang inspiratif dan bernilai guna.
Panitia memastikan karya terbaik tak hanya mendapat hadiah, tetapi juga dipublikasikan secara luas. “Kami ingin berita-berita itu menjadi bahan renungan sekaligus pemicu perubahan. Pena wartawan bisa menjadi penggerak,” tutup Mr. KiM.
(Jun@)

