Mon - Sat 8.00 - 17.00

Istana Pastikan Sanksi bagi Dapur MBG Lalai, Kasus Keracunan Jadi Evaluasi Serius

JAKARTA, BERITAINDUSTRI.ID – Istana Negara menegaskan akan memberikan sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai lalai dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menanggapi kasus keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di beberapa daerah.

“Harus ada sanksi kalau memang terbukti ada kelalaian atau kesengajaan dalam melaksanakan SOP. Tentunya akan ada sanksi kepada SPPG yang dimaksud,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Namun, Prasetyo menekankan bahwa pemberian sanksi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu operasional maupun keberlangsungan program MBG yang ditujukan bagi jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Berita Lainnya  Bupati Aep Pimpin Pembahasan Rencana Kerja 2026, Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih

“Pemberian sanksi jangan sampai membuat operasional terganggu sehingga masyarakat tidak lagi mendapatkan MBG. Jadi tetap harus proporsional,” jelasnya.

Seperti diketahui, kasus keracunan menu MBG terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Berdasarkan data per 18 September 2025 pukul 16.45 WITA, tercatat 277 siswa dari sejumlah sekolah terdampak dugaan keracunan usai menyantap hidangan MBG. Dari jumlah tersebut, 32 siswa masih dirawat di RSUD Trikora, sementara sisanya sudah diperbolehkan pulang dengan tetap dalam pemantauan tenaga kesehatan.

Insiden serupa juga terjadi di Garut, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Kadungora. Sebanyak 194 siswa dilaporkan mengalami keracunan, dengan 177 siswa mengalami gejala ringan dan 19 siswa harus menjalani perawatan intensif di UPT Puskesmas Kadungora.

Berita Lainnya  Bupati Karawang: Bazar Murah Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Penguat Solidaritas

Menyikapi kejadian ini, Prasetyo yang juga mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Kami atas nama pemerintah dan BGN memohon maaf karena kembali terjadi kasus keracunan. Ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.

Pemerintah memastikan akan melakukan investigasi lebih lanjut dan memperketat pengawasan di lapangan agar kasus serupa tidak terulang.

(Emed Tarmedi)

Bagikan Artikel

TAG POPULER

SEPUTAR INDUSTRI

NASIONAL

POLITIK

Warga Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) sambut dengan antusias kedatangan Calon wakil bupati Gina Fadila Swara dalam rangka sosialisasi visi-misi Acep-Gina.

KARAWANG || BERITAINDUSTRI.ONLINE - Kordinator Dapil VI Pemenangan Acep-Gina, Dedy Indra Setiawan mengungkapkan, hari ini pihaknya bersama teh gina berkampanye di perumahan Citra...

Tim Kuasa Hukum Acep -Gina soroti Baliho Petahana yang Masih Terpasang di Kantor Pemerintahan Agar di Turun kan !!

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Menanggapi masih banyaknya baliho bergambar calon Bupati Karawang yang masih terpasang di setiap kantor pemerintahan dan bilboard di sorot Ketua Tim...

Semakin Terdepan, Acep-Gina di Rekomendasi Partai Gerindra Maju Pilkada 2024 Karawang

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Setelah mendapatkan restu dari Partai Demokrat, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Acep Jamhuri dan Gina Fadila Swara kembali...

UTAK ATIK Pilkada Karawang bersama Teh Celli dan Pesan Mendalam Untuk Pemimpin Selanjutnya

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | bertajuk diskusi publik dengan tema UTAK ATIK Pilkada Karawang tahun 2024 yang akan di laksanakan serentak pada 27 November...

Top News

INDEKS

DAERAH

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

TRENDING

KETENAGAKERJAAN

Komunitas

Pemerintahan

BERITA LAINNYA