SUBANG | BERITAINDUSTRI.ID –
Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Semangat inilah yang terus dipegang oleh para atlet tunarungu bersama orang tua mereka yang kembali mendatangi kediaman Gubernur Jawa Barat, Deddy Mulyadi, di Lembur Pakuan Subang, Jalan Sukadana, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, pada Sabtu (4/10/2025).
Kedatangan mereka merupakan bentuk perjuangan untuk memperjuangkan nasib para atlet tunarungu yang hingga kini belum mendapat kejelasan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, mereka telah berupaya melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan salah satu staf Kang Deddy, namun tidak membuahkan hasil.

Situasi sempat memanas ketika salah satu penjaga menyampaikan dengan nada sinis bahwa pertemuan dengan Gubernur tidak mungkin dilakukan. “Bapaknya memang ada tapi nggak bisa ditemui, percuma juga ketemu bapak ini bukan ranahnya bapak,” ujar penjaga tersebut.
Tak lama setelah itu, beberapa anggota kepolisian datang dan berdialog dengan perwakilan para atlet sekitar pukul 20.00 WIB.
Namun perjuangan mereka akhirnya membuahkan sedikit hasil. Pihak ajudan Kang Deddy menghubungi salah satu perwakilan orang tua atlet, memberi kabar bahwa Gubernur telah memerintahkan agar permasalahan ini segera difasilitasi melalui pertemuan antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta NPCI (National Paralympic Committee Indonesia) Jawa Barat.
Ibu Yuli, yang akrab disapa Mamah Kaila, menyampaikan rasa syukur dan semangat kepada seluruh orang tua dan atlet.
“Tidak sia-sia, tetap kita syukuri. Tadi saya ditelepon ajudan Kang Deddy, katanya Kang Deddy sudah minta Dispora menyelesaikan masalah kita dengan NPCI. Insya Allah dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara Dispora dan NPCI,” ujar Mamah Kaila.
Meski mengaku kecewa karena belum bisa bertemu langsung dengan Gubernur, Mamah Kaila tetap mengajak semua pihak untuk bersabar dan terus berjuang.
“Kita belajar ikhlas. Minimal ada tindakan dari pihak Kang Deddy. Beliau sudah melihat video perjuangan kita dan memerintahkan ajudannya menindaklanjuti ke Dispora. Jadi, mohon waktu agar mereka bisa menyelesaikan. Kalau nanti ada panggilan pertemuan, kita siap datang bareng-bareng,” ucapnya.
Salah satu orang tua atlet asal Bandung Bapak Deden, mengaku lega mendengar kabar baik tersebut.
“Kami sempat kecewa karena tidak bisa langsung bertemu dengan Pak Deddy, tapi setidaknya hari ini sudah ada titik terang. Kami berharap Dispora dan NPCI bisa duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Anak-anak sudah latihan keras, mereka pantas mendapat kesempatan bertanding di PEPARDA,” ujarnya.
Mamah Kaila pun menegaskan bahwa perjuangan mereka belum berhenti di sini. Ia berkomitmen agar para atlet tunarungu tetap bisa mengikuti ajang PEPARDA (Pekan Paralimpik Daerah).
“Jangan putus asa, tetap latihan. Ibu akan terus perjuangkan supaya kita bisa ikut PEPARDA. Kalau pun belum ke tingkat nasional, tidak apa-apa, yang penting kita tetap melangkah. Perjuangan kita tidak sia-sia,” pungkasnya dengan penuh semangat.
(Jun@)

