Mon - Sat 8.00 - 17.00

PERADI Karawang Kritik Surat Edaran Donasi Rp1.000/Hari Dedi Mulyadi: Cacat Hukum dan Berpotensi Membebani Rakyat

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ID – Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kabupaten Karawang, Asep Agustian, SH. MH, menyoroti tajam kebijakan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), mengenai gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) atau donasi Rp1.000 per hari yang diberlakukan bagi ASN, lembaga pendidikan, pemerintah desa hingga masyarakat umum.

Praktisi hukum yang akrab disapa Askun ini menilai, kebijakan tersebut cacat hukum karena tidak memiliki dasar peraturan yang jelas. Ia pun meminta agar Dedi Mulyadi segera mencabut surat edaran tersebut.

“Kebijakan ini tidak memiliki dasar hukum yang jelas, sehingga sulit pertanggungjawabannya ketika nanti ditemukan masalah hukum atau penyelewengan,” tegas Askun, Selasa (7/10/2025).

Berita Lainnya  Bupati Aep Pimpin Pembahasan Rencana Kerja 2026, Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih

Askun mengaku memahami psikologis Dedi Mulyadi yang kini kewalahan didatangi ribuan warga setiap hari ke Lembur Pakuan Subang untuk meminta bantuan. Namun, ia menegaskan bahwa solusi atas persoalan tersebut tidak seharusnya dibebankan kepada masyarakat umum.

“Itu risiko Dedi Mulyadi sebagai gubernur sekaligus YouTuber yang selalu tampil dengan performa dermawan di hadapan publik. Tapi jangan membebani masyarakat di luar pajak dan retribusi,” ujarnya.

Menurut Askun, meski nilai donasinya kecil, yaitu Rp1.000 per hari, jika dikumpulkan sebulan tetap akan memberatkan masyarakat kecil. Terlebih, sifatnya yang disebut “sukarela” bisa terasa seolah wajib karena dikoordinir oleh RT/RW berdasarkan surat edaran gubernur.

Berita Lainnya  Safari Ramadan 1447 H, Pemkab Karawang Santuni Yatim dan Perkuat Sinergi Umat  

“Jangan sampai nanti Jabar Istimewa malah berubah jadi Jabar Miskin karena warganya dihimbau untuk udunan di luar pajak dan retribusi,” sindirnya.

Sarankan Bentuk Posko Aduan di Tiap Daerah

Askun menyarankan agar Dedi Mulyadi merangkul seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk membentuk posko aduan masyarakat di masing-masing kabupaten/kota. Dengan begitu, warga tidak perlu jauh-jauh datang ke Lembur Pakuan untuk menyampaikan keluhan ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

“Lebih baik dicari solusi lain. Tolong dong Kang Dedi baik-baik dengan para bupati dan wali kota, ajak mereka semua. Jangan sampai masyarakat terus ngadu ke KDM, sementara kepala daerahnya dianggap tidak peduli,” katanya.

Berita Lainnya  Isu Keuntungan SPPG Disorot, BGN: Realitas Investasi Tak Sesederhana Narasi Viral  

Budaya Gotong Royong Tak Perlu Diatur Pemerintah

Di akhir pernyataannya, Askun menegaskan bahwa tidak semua budaya dan adat istiadat perlu diatur oleh pemerintah melalui surat edaran.

“Biarlah budaya gotong royong masyarakat berjalan dengan sendirinya. Kalau diatur pemerintah, kesannya jadi berbeda—yang awalnya sukarela bisa terasa wajib,” ujarnya.

Askun juga mengingatkan bahwa kebijakan seperti ini berpotensi membuka peluang praktik korupsi baru di lapisan bawah.

“Lebih baik budaya rereongan berjalan normatif saja seperti biasanya. Jangan lagi bebani masyarakat di luar pajak dan retribusi,” tandasnya.

(Red)

Bagikan Artikel

TAG POPULER

SEPUTAR INDUSTRI

NASIONAL

POLITIK

Warga Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) sambut dengan antusias kedatangan Calon wakil bupati Gina Fadila Swara dalam rangka sosialisasi visi-misi Acep-Gina.

KARAWANG || BERITAINDUSTRI.ONLINE - Kordinator Dapil VI Pemenangan Acep-Gina, Dedy Indra Setiawan mengungkapkan, hari ini pihaknya bersama teh gina berkampanye di perumahan Citra...

Tim Kuasa Hukum Acep -Gina soroti Baliho Petahana yang Masih Terpasang di Kantor Pemerintahan Agar di Turun kan !!

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Menanggapi masih banyaknya baliho bergambar calon Bupati Karawang yang masih terpasang di setiap kantor pemerintahan dan bilboard di sorot Ketua Tim...

Semakin Terdepan, Acep-Gina di Rekomendasi Partai Gerindra Maju Pilkada 2024 Karawang

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | Setelah mendapatkan restu dari Partai Demokrat, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Acep Jamhuri dan Gina Fadila Swara kembali...

UTAK ATIK Pilkada Karawang bersama Teh Celli dan Pesan Mendalam Untuk Pemimpin Selanjutnya

KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ONLINE | bertajuk diskusi publik dengan tema UTAK ATIK Pilkada Karawang tahun 2024 yang akan di laksanakan serentak pada 27 November...

Top News

INDEKS

DAERAH

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

TRENDING

KETENAGAKERJAAN

Komunitas

Pemerintahan

BERITA LAINNYA