JAKARTA, BERITAINDUSTRI.ID — Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono, S.E.Ak., M.Si, menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) bukan merupakan proyek yang dijalankan secara top down. Ia menyebut program ini lahir dari semangat musyawarah dan gotong royong sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, sejalan dengan cita-cita konstitusi dan amanat Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau ada yang menilai Kopdes Merah Putih itu proyek top down, itu keliru. Top down itu hanya dalam konteks regulasi dan kehadiran negara melalui Inpres dan Perpres. Tapi pada tataran pelaksanaannya, koperasi ini dibentuk melalui musyawarah desa khusus yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Ferry dalam program Jejak Pradana yang tayang di detikcom, Jumat (10/10/2025).
Menurut Ferry, Kopdes Merah Putih merupakan manifestasi dari Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam aspek ekonomi desa dan pertumbuhan yang berkeadilan. Program ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat dari desa hingga kota.
“Presiden ingin koperasi menjadi instrumen penting, alat perjuangan ekonomi rakyat. Dengan Kopdes Merah Putih, kita ingin agar aset koperasi tumbuh signifikan, volume usaha meningkat, dan masyarakat desa tidak lagi hanya menjadi objek penerima manfaat, tetapi subjek dan pelaku ekonomi,” jelas Ferry.
Lebih lanjut, Ferry mengingatkan bahwa koperasi memiliki nilai historis dan ideologis yang kuat sesuai UUD 1945. Koperasi pernah menjadi pilar utama ekonomi rakyat sebelum sempat terpinggirkan akibat kebijakan liberalisasi ekonomi pasca-intervensi IMF pada masa lalu. Kini, pemerintah berkomitmen mengembalikan semangat koperasi sebagai sokoguru ekonomi nasional.
“Koperasi adalah badan usaha yang paling sesuai dengan konstitusi kita. Semangatnya adalah keadilan sosial dan kesejahteraan bersama, bukan monopoli segelintir orang,” tegasnya.
Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah berharap masyarakat desa dapat bertransformasi menjadi pelaku ekonomi aktif yang mengelola sumber daya secara mandiri, termasuk di bidang pertanian, perdagangan, hingga pengelolaan sumber daya alam.
Selain itu, pembangunan gudang dan gerai Kopdes Merah Putih juga mulai dilaksanakan pada Oktober ini sebagai langkah konkret memperkuat jaringan ekonomi rakyat di tingkat desa.
Program ini sekaligus menandai kebangkitan baru gerakan koperasi nasional sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat desa, sejalan dengan semangat “Membangun Indonesia dari Desa”.
Sumber : Detik
(Emed Tarmedi)

