KARAWANG | BERITAINDUSTRI.ID – Pekerjaan pembangunan drainase di depan RSUD Rengasdengklok, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, kembali menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh CV Apresiasi Luhur tersebut terlihat amburadul alias acakadut di lapangan dan disinyalir dikerjakan asal-asalan.
Indikasi pekerjaan asal jadi terlihat jelas saat pemasangan pondasi batu kali yang dilakukan dalam kondisi tergenang lumpur. Meski terdapat kisdam di lokasi, namun diduga hanya sebatas formalitas semata karena fungsinya tidak maksimal. Akibatnya, kualitas pondasi dikhawatirkan tidak kuat, bahkan sejumlah pasangan batu kali tampak bergeser dan retak.
“Kondisi ini jelas tidak sesuai dengan standar teknis pembangunan. Adukan semen yang bercampur dengan lumpur tentu akan mempengaruhi kekuatan struktur,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (17/10/2025).
Berdasarkan informasi dari papan proyek, kegiatan Pembangunan Drainase Depan RSUD Rengasdengklok tersebut memiliki volume pekerjaan panjang 452 meter dan tinggi 1,20 meter, dengan nilai anggaran mencapai Rp800 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun 2025.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Kasi SDA Dinas PUPR Karawang, Aris, yang dikonfirmasi terkait kondisi proyek tersebut, enggan memberikan keterangan dan memilih bungkam seribu bahasa.
(Red)

