JAKARTA, BERITAINDUSTRI.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menyoroti seriusnya masalah stunting di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui video unggahan Garuda TV pada Rabu, 5 November 2025, Prof. Dadan mengungkapkan bahwa angka stunting tertinggi secara nasional berada di Jawa Barat, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Stunting paling tinggi jumlahnya ada di Pulau Jawa. Jawa Barat paling tinggi, kedua Jawa Timur, dan ketiga Jawa Tengah. Jadi orang berpikir di Jawa ini orang sudah maju tidak. Stuntingnya itu lebih dari dua juta ada di Jawa,” ujar Prof. Dadan.
Menurutnya, masalah stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan kognitif dan daya tangkap yang lebih lambat dibanding anak seusianya.
“Kalau kita tidak atasi, 20 tahun kemudian mereka mungkin bisa tumbuh tinggi dan besar, tapi kalau dikasih pelajaran mungkin agak loading lama. Nah, kita tidak ingin itu terjadi,” tegasnya.
Untuk itu, lanjut Prof. Dadan, Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pemerintah melakukan intervensi sejak dini bahkan sejak bayi masih dalam kandungan.
“Pak Presiden itu makanya mengintervensi mereka, memikirkan mereka mulai dari dalam kandungan. Karena seribu hari pertama itu penting untuk kecerdasan. Kemudian pada saat tumbuh dari usia 8 sampai 18 tahun, itu untuk pertumbuhan optimal,” jelas Kepala BGN.
Prof. Dadan juga menegaskan bahwa program pencegahan stunting kini menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo. Upaya ini bukan hanya soal memperbaiki asupan gizi, tetapi juga memastikan pemerataan akses pangan bergizi, edukasi ibu hamil, serta perbaikan sanitasi dan pelayanan kesehatan dasar di seluruh wilayah Indonesia.
“Kita menginginkan generasi kita itu pintar, cerdas, tapi tumbuhnya juga bagus. Tinggi, sehat, kuat, ceria,” pungkas Prof. Dadan, menutup pernyataannya dengan optimisme.
Pernyataan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk menurunkan angka stunting nasional secara signifikan, dengan fokus pada pembentukan generasi emas Indonesia 2045 yang unggul secara fisik dan intelektual.
(Emed Tarmedi)

