KARAWANG, BERITAINDUSTRI.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi membuka Pameran Koperasi dan Bazar UMKM dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Karangpawitan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., pada Sabtu sore (18/7/2026).
Peringatan Harkopnas Tahun 2026 digelar selama dua hari, yakni 18–19 Juli 2026, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memperkuat peran koperasi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan 18 tenant koperasi, 150 tenant UMKM, serta 90 tenant pameran dari berbagai sektor usaha. Selain menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, acara juga diramaikan oleh sekitar 4.000 peserta gerak jalan yang berasal dari unsur gerakan koperasi, pelaku UMKM, organisasi masyarakat, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa koperasi dan UMKM memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan koperasi tidak hanya menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi anggotanya, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan.
“Koperasi dan UMKM adalah pilar utama penggerak ekonomi masyarakat. Koperasi dan UMKM merupakan pilar utama ekonomi kerakyatan yang mampu membuka lapangan pekerjaan serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Aep.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan koperasi dan UMKM melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kemudahan akses permodalan, digitalisasi usaha, hingga perluasan akses pasar.
Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk kebijakan, tetapi juga ditunjukkan melalui aksi nyata. Usai membuka pameran, Bupati Aep berkeliling mengunjungi stan-stan pameran dan memborong berbagai jajanan UMKM serta produk unggulan koperasi yang dipamerkan. Aksi tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan langsung kepada para pelaku usaha lokal agar semakin bersemangat meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.
Kehadiran Bupati di setiap stan mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM dan anggota koperasi. Mereka mengaku bangga karena produk-produk lokal hasil karya masyarakat Karawang mendapatkan perhatian langsung dari kepala daerah. Langkah tersebut dinilai menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat ekonomi daerah.
Menurut Bupati Aep, membeli produk UMKM dan koperasi merupakan salah satu cara sederhana namun berdampak besar dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Ia mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk mencintai, menggunakan, dan membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Pameran Koperasi dan Bazar UMKM ini juga menjadi ruang bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Karawang kepada masyarakat. Beragam produk kuliner, fesyen, kerajinan, pertanian, hingga industri kreatif dipamerkan sebagai bukti berkembangnya sektor ekonomi kerakyatan di Kabupaten Karawang.
Momentum Harkopnas ke-79 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi penguat semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif. Melalui koperasi yang sehat dan UMKM yang naik kelas, Karawang diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Karawang optimistis bahwa dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, koperasi akan semakin berperan sebagai soko guru perekonomian nasional, sementara UMKM akan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Aksi Bupati Aep yang memborong produk UMKM dan koperasi menjadi simbol nyata keberpihakan Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap penguatan ekonomi kerakyatan serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.
(Emed Tarmedi)




