KARAWANG, BERITAINDUSTRI.ID – Pasca ditetapkan sebagai Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E langsung menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Pada Rabu (24/6/2026), Bupati Aep meninjau langsung pekerjaan peningkatan Jalan Ciranggon–Kutagandok yang menghubungkan wilayah Majalaya, Rawamerta, Kutawaluya hingga Rengasdengklok. Ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis yang selama ini menjadi akses utama mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan aktivitas ekonomi di wilayah Karawang bagian utara.
Peningkatan jalan meliputi rekonstruksi sepanjang 811 meter dengan lebar 6 meter serta pelebaran jalan di sisi kiri sepanjang 2.078 meter dan sisi kanan sepanjang 2.842 meter dengan lebar masing-masing 1 meter.
Menurut Bupati Aep, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan transportasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Karawang.
“Jalan ini merupakan akses penting yang menghubungkan beberapa wilayah. Kami berharap setelah selesai dikerjakan, masyarakat dapat menikmati jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman,” ujar Bupati Aep.
Peningkatan kualitas jalan tersebut diyakini akan memperlancar distribusi hasil panen, mempercepat pengiriman sarana produksi pertanian, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha di pedesaan. Hal ini sejalan dengan peran Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional yang memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur penunjang pertanian, pada hari yang sama Bupati Aep juga turun langsung ke Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, untuk meninjau kondisi rumah warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aep menemui Mak Cimah dan Mak Cicih yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Sebagian bangunan rumah bahkan telah mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak dihuni.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Aep langsung menginstruksikan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang untuk segera melakukan pembongkaran dan pembangunan kembali rumah tersebut agar menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi penghuninya.
Selain itu, Bupati Aep juga meninjau rumah layak huni milik Bapak Didi yang telah mendapatkan bantuan pemerintah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program perbaikan rumah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saya ingin memastikan setiap warga kurang mampu memiliki tempat tinggal yang layak. Pembangunan bukan hanya soal jalan dan infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat hidup dengan lebih baik, sehat, aman, dan sejahtera,” ungkapnya.
Langkah cepat Bupati Aep tersebut dinilai mencerminkan sinergi antara pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Infrastruktur yang baik akan memperkuat ekonomi dan distribusi pangan, sementara rumah yang layak menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
Rumah yang sehat dan layak huni memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, program Rutilahu tidak hanya menjadi bagian dari pengentasan kemiskinan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting.
Komitmen Bupati Aep untuk membangun sedikitnya 3.000 rumah layak huni pada tahun mendatang menjadi bukti bahwa pembangunan di Karawang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sebagai Ketua DPC HKTI Karawang yang baru, Bupati Aep menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dalam mewujudkan Karawang yang maju, mandiri, sejahtera, dan tetap menjadi lumbung pangan nasional yang kuat.
(Emed Tarmedi)




