KARAWANG, BERITAINDUSTRI.ID – Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, Dr (Cand) H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., MH.Kes., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas dilantiknya Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., sebagai Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Karawang, Minggu (21/6/2026).
Menurut Emed Tarmedi, amanah yang diberikan kepada H. Aep Syaepuloh merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan keberpihakan yang selama ini ditunjukkan terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Berbagai kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai sejalan dengan program Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“H. Aep Syaepuloh layak disebut sebagai Bapak Tani Karawang. Berbagai kebijakan yang beliau lakukan selama menjabat sebagai Bupati Karawang telah memberikan dampak nyata bagi kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Karena itu, saya menilai beliau adalah sosok yang tepat untuk memimpin HKTI Karawang,” ujar Emed.
Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Karawang memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Di bawah kepemimpinan H. Aep Syaepuloh, Pemkab Karawang terus memperkuat perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, pembangunan infrastruktur pertanian, modernisasi alat dan mesin pertanian, penguatan kelompok tani dan koperasi, hingga pemberian insentif berupa pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi lahan pertanian.
Emed menilai berbagai kebijakan tersebut telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Hal itu terlihat dari membaiknya Nilai Tukar Petani (NTP) serta meningkatnya harga gabah yang saat ini mampu mencapai kisaran Rp8.000 per kilogram.
“Harga gabah yang baik memberikan harapan baru bagi petani. Ketika hasil panen dihargai dengan layak, petani akan semakin bersemangat meningkatkan produksi. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap petani mulai dirasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Emed juga menyoroti keberhasilan Panen Raya yang dilaksanakan di Kecamatan Cilebar sebagai salah satu momentum penting dalam perjalanan pertanian Karawang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Karawang tetap mampu mempertahankan produktivitas pertanian dan berkontribusi besar terhadap pencapaian target swasembada pangan nasional.
“Panen Raya di Cilebar menjadi simbol keberhasilan petani Karawang dalam menjaga produksi pangan nasional. Karawang telah membuktikan diri sebagai daerah yang konsisten mendukung ketahanan pangan dan menjadi bagian penting dari keberhasilan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Lebih lanjut, Emed menilai keberhasilan sektor pertanian Karawang turut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan H. Aep Syaepuloh menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi dalam mendukung pembangunan pertanian, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Satyalancana Wira Karya yang diterima Pak Aep bukan hanya penghargaan bagi kepala daerah, tetapi juga penghargaan bagi seluruh petani Karawang. Ini adalah bukti bahwa kerja keras petani mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah pusat,” kata Emed.
Selain itu, Emed mengapresiasi dukungan Pemkab Karawang terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut membuka peluang besar bagi petani lokal untuk menjadi pemasok kebutuhan pangan, mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, telur hingga produk peternakan lainnya.
“Program MBG merupakan peluang besar bagi petani Karawang. Jika dikelola dengan baik, program ini akan menciptakan pasar yang stabil dan berkelanjutan bagi hasil pertanian lokal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di pedesaan,” jelasnya.
Namun demikian, Emed menegaskan bahwa tantangan terbesar pertanian ke depan adalah regenerasi petani. Ia menilai masih banyak generasi muda yang enggan masuk ke sektor pertanian karena dianggap kurang menjanjikan. Oleh sebab itu, diperlukan terobosan baru agar pertanian menjadi sektor yang modern, inovatif, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Hilirisasi pertanian harus menjadi fokus utama. Anak muda tidak cukup hanya diajak menanam dan memanen, tetapi juga harus dilibatkan dalam pengolahan hasil pertanian, pemasaran digital, industri pangan, teknologi pertanian, hingga pengembangan bisnis berbasis pertanian. Dengan begitu pertanian menjadi sektor yang menarik dan menjanjikan bagi generasi muda,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar HKTI Karawang bersama Pemerintah Kabupaten Karawang menghadirkan berbagai program edukasi pertanian seperti festival pertanian, expo produk pertanian, kompetisi inovasi teknologi pertanian, sekolah tani milenial, hingga kegiatan yang melibatkan pelajar dan mahasiswa.
Selain itu, Emed mengusulkan pembangunan Museum Pertanian Karawang sebagai pusat edukasi dan dokumentasi sejarah pertanian daerah. Menurutnya, museum tersebut dapat menjadi simbol identitas Karawang sebagai lumbung padi nasional sekaligus sarana pembelajaran bagi generasi muda mengenai sejarah, teknologi, dan masa depan pertanian Indonesia.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan H. Aep Syaepuloh sebagai Ketua HKTI Karawang lahir berbagai inovasi dan terobosan yang mampu memperkuat regenerasi petani. Karawang tidak hanya harus menjadi lumbung padi nasional, tetapi juga menjadi pusat inovasi, hilirisasi, dan edukasi pertanian di Indonesia,” ujarnya.
Emed menegaskan bahwa DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang siap bersinergi dengan HKTI, Pemerintah Kabupaten Karawang, kelompok tani, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung swasembada pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Dengan pengalaman, komitmen, dan kepemimpinan yang dimiliki H. Aep Syaepuloh, kami optimistis HKTI Karawang akan semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan petani. Pemuda Tani Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam membangun pertanian Karawang yang maju, modern, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(Redaksi)




