KARAWANG — Kompi Produksi di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, terus dibenahi dan ditata untuk meningkatkan fungsi kawasan sebagai pusat produksi pangan sekaligus mendukung rencana pengembangan wisata edukasi ketahanan pangan.
Proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan aktivitas produksi di sejumlah sektor, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan.
Komandan Kodim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos., melalui Pasiter Kapten Inf Kihajar Waskito mengatakan, pembenahan kawasan menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menyiapkan Kompi Produksi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
“Sekarang masih dalam proses perbaikan dan penataan. Kita ingin kawasan ini semakin baik, sehingga produksi tetap berjalan dan ke depan bisa menjadi tempat edukasi bagi masyarakat,” ujar Kihajar, Kamis (20/8/2026).
Dalam proses pembenahan tersebut, Kodim 0604/Karawang mendapat dukungan dari Yon TP 941/Singaperbangsa dan Yon TP 938/Pancasona.
Menurut Kihajar, keberadaan Kompi Produksi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja di setiap cluster produksi.
Keterlibatan masyarakat tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi warga sekitar.
“Kompi Produksi ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga di setiap cluster. Tujuannya agar keberadaan Kompi Produksi dapat memberikan manfaat langsung dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karawang,” jelasnya.
Ia menegaskan, peningkatan mutu ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu tujuan penting dari keberadaan Kompi Produksi.
Selain menjadi kawasan produksi, Kompi Produksi Walahar juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai proses produksi pangan dari hulu hingga hilir.
Saat ini, sektor pertanian di Kompi Produksi Walahar mencakup berbagai komoditas, di antaranya jagung, terong, cabai, kangkung, kacang panjang, pare, timun, ubi jalar atau boled, serta kacang tanah.
Sementara pada sektor peternakan terdapat ayam kampung, domba sebanyak 21 ekor, serta bebek sekitar 5.000 ekor. Adapun sektor perikanan dikembangkan melalui kolam ikan.
Keberagaman sektor tersebut menjadi modal penting untuk membangun kawasan edukasi ketahanan pangan yang dapat memperkenalkan masyarakat secara langsung terhadap proses budidaya tanaman, pemeliharaan ternak hingga pengelolaan perikanan.
“Harapannya masyarakat bisa melihat langsung proses pertanian, peternakan dan perikanan. Namun saat ini kita fokus menyelesaikan perbaikan dan penataan kawasan,” pungkas Kihajar.
Dengan terus dilakukannya pembenahan, Kompi Produksi Walahar diharapkan tidak hanya mampu memperkuat produksi pangan, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi yang memberikan pengetahuan praktis mengenai ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
(Emed Tarmedi)





